Cara Praktis Menghitung Harga cetak ialah dengan mengetahui spesifikasi cetakan yang akan dicetak. Sebelum kita menerima cetak dari customer, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya yaitu spesifikasi dari cetakan itu sendiri. Namun sebelum spesifikasi cetakan kita terima, kita harus mengatahui harga bahan, ongkos cetak dan ongkos finishing sehingga kita dapat menentukan harga cetakan tersebut lebih cepat tanpa survey harga lagi.

Harga dan Biaya tersebut antara lain :
1. Harga kertas (Per Rim / Per Kilogram)
2. Biaya Design Grafish/Setting
3. Biaya Pembuatan FILM / CTP
4. Biaya Cetak (Per Rim/Minimum Order)

Biaya Finishing diantaranya :
1. Biaya Potong Bahan dan Hasil Cetak
2. Biaya Lipat
3. Biaya Jahit Kawat
4. Biaya Jahit Benang
5. Biaya Lem Bending
6. Biaya Spiral
7. Biaya Laminating Doft/Glossy
8. Biaya Vernish UV
9. Biaya Spot UV
10. Biaya Komplit
11. Biaya Ongkos Kirim, dll.

Setelah kita punya harga bahan, ongkos cetak dan biaya finishing tersebut barulah kita dapat menerima order dengan menanyakan hal wajib kepada customer tentang spesifikasi barang cetakannya.

Spesifikasi cetakan antara lain :
1. Cetakan Apa Yang akan diCetak?
– Brosur / Leaflet
– Majalah, Buku, Koran, Tabloid
– Undangan, Buku Yasin
– Kalender, Agenda
– Buku, Annual Report, dll.
2. Berapa Jumlah Order Yang Dicetak?
3. Berapa Ukuran Jadi Barang Cetakan Tersebut?
4. Bahan Apa Yang akan dicetak?
5. Berapa Warna Cetakan Tersebut
6. Finishing Apa saja?
Potong, Lipat, Jahit Kawat, Lem, Spiral, Laminating, Spot Uv, Komplit/Jilid, dll.
7. Pengiriman

Setelah hal-hal tersebut diketahui, maka proses perhitungan bisa dilakukan. Demikianlah cara menghitung harga cetak. Untuk contoh kalukasi akan saya buat di artikel berikutnya.
Semoga Bermanfaat!!!

Leave a Reply

Pin It on Pinterest

Bantu Share yah!!!

Mohon Luangkan 3 detik untuk klik SHARE artikel ini. Siapa tau 1 klik yang Anda lakukan adalah dapat bermanfaat bagi orang lain. Terima Kasih